Rabu, 19 September 2018

Struktur Teks Eksposisi



·         Tesis yaitu pengenalan isu, masalah ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yang akan dibahas. Terdapat pada paragraf pertama kalimat pertama.
Contoh:
Jika Pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.
(Judul Teks: Nasib Hutan Kita Semakin Suram)

·     Argumen: bagian yang memuat alasan yang bisa memperkuat argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak suatu gagasan yang disertai dengan bukti, contoh, atau alasan yang logis. Terdapat pada paragraph kedua dan ketiga.
Contoh:
Di Pulau Sumatera berdasarkan titik kebakaran terjadi di hutan rawa gambut sebanyak 49%, alang-alang 13%, hutan dataran rendah 10%, permukiman/pertanian masyarakat 10%, perkebunan 8%, dan sisanya rawa (non gambut). Kebakaran hutan memberikan kerugian tidak sedikit. Tahun 1997 diperkirakan kerugiannya sebesar $3-$4,4 miliar atau sekira Rp 2-4 triliun.

·        Rekomendasi: perumusan kembali secara ringkas. Biasanya bagian ini disebut dengan penutup atau simpulan. Terdapat pada paragraf terakhir, yang mengulang tesis tetapi tidak secara langsung.
Contoh: Pada kalimat Rupanya kedua masalah itu belum cukup. Kata “itu” menunjukkan masalah yang dibahas pada tesis.

INTERPRETASI TEKS ESKPOSISI


MENGINTERPRETASI MAKNA DALAM TEKS EKSPOSISI
Teks eksposisi adalah jenis teks yang digunakan untuk menyampaikan pendapat tentang suatu permasalahan dengan menyajikan argumen/pendukung berupa bukti, contoh, atau alasan yang logis. Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu.
Penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan sejenisnya. 
Tujuan teks eksposisi: menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks ini maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

Manfaat teks eskposisi:
-          Mengetahui informasi
-          Memperluas wawasan dan menambah pengetahuan
-          Dapat memilah-milah informasi yang akurat

Struktur Teks Eksposisi
·         Tesis yaitu pengenalan isu, masalah ataupun pandangan penulis secara umum tentang topik yang akan dibahas. Terdapat pada paragraf pertama kalimat pertama.
Contoh:
Jika Pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.
(Judul Teks: Nasib Hutan Kita Semakin Suram)

·     Argumen: bagian yang memuat alasan yang bisa memperkuat argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak suatu gagasan yang disertai dengan bukti, contoh, atau alasan yang logis. Terdapat pada paragraph kedua dan ketiga.

Contoh:
Di Pulau Sumatera berdasarkan titik kebakaran terjadi di hutan rawa gambut sebanyak 49%, alang-alang 13%, hutan dataran rendah 10%, permukiman/pertanian masyarakat 10%, perkebunan 8%, dan sisanya rawa (non gambut). Kebakaran hutan memberikan kerugian tidak sedikit. Tahun 1997 diperkirakan kerugiannya sebesar $3-$4,4 miliar atau sekira Rp 2-4 triliun.

·        Rekomendasi: perumusan kembali secara ringkas. Biasanya bagian ini disebut dengan penutup atau simpulan. Terdapat pada paragraf terakhir, yang mengulang tesis tetapi tidak secara langsung.
Contoh: Pada kalimat Rupanya kedua masalah itu belum cukup. Kata “itu” menunjukkan masalah yang dibahas pada tesis.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi
·         Gaya bahasa bersifat informatif
·         Berbasis pada fakta
·         Penyampaian teks jelas, lugas, baku
·         Tak memihak, yang berarti tak memaksakan kemauan penulis pada pembaca
·         Memberikan pengetahuan baru
·         Bersifat netral dan objektif

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI



Langkah-langkah Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

1.      Tentukan tema kegiatan observasi
2.      Tentukan tujuan observasi
3.      Melakukan proses observasi.
4.      Menyusun kriteria aspek yang harus dilaporkan. Setelah melakukan observasi dan mendapatkan data-datanya, kita harus menyusun kriteria aspek yang akan dibahas, dideskripsikan dan dilaporkan dalam teks laporan hasil observasi.
5.  Membatasi aspek yang harus dilaporkan. Kita harus membatasi aspek apa saja yang harus dilaporkan, agar tidak keluar dari tujuan yang sudah dibuat.
6. Mulai mendeskripsikan unsur-unsur yang dijelaskan sesuai aspeknya. Dimulai dengan mendefinisikan atau mengartikan aspek yang dipilih berupa pernyataan umum. Jangan lupa untuk menggunakan kaidah kebahasaan kalimat definisi.
7.     Melengkapi teks laporan hasil observasi dengan data dan gambar. Setelah dibuat definisi aspek yang dipilih, tambahkan data-data yang didapatkan dari hasil observasi bisa berupa gambar atau data yang berupa angka yang menunjukkan suatu ukuran. Jangan lupa gunakan kaidah kalimat simpleks dan kompleks, konjungsi, sinonim, dan antonim.
8.    Membuat simpulan hasil observasi. Setelah dilengkapi dengan data dan gambar, kita bisa membuat kesimpulan dari hasil observasi yang telah kita lakukan.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
1. Menggunakan kalimat definisi
Biasanya terdapat kata adalah pada pernyataan umum yang menyatakan pengertian atau definisi dari aspek yang akan dibahas.
Contoh : Kemangi atau disebut basil adalah dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau...

2. Menggunakan konjungsi atau kata hubung
Biasanya konjungsi yang digunakan adalah kata hubung antar kata seperti dan, atau, yang, untuk, dengan, dan sebagainya.
Contoh : Kemangi atau disebut basil adalah dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau...

3. Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks
  • Kalimat simpleks adalah kalimat yang menggunakan satu verba dan menyatakan aksi (peristiwa atau keadaan) atau biasanya disebut kalimat tunggal.
Contohnya : Setelah dingin, kembali peras-peras daun kemangi.
  • Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri dari dua struktur atau lebih dengan dua verba.
Contohnya : Kemangi dapat disulap menjadi toner yang bisa digunakan sebelum tidur setelah wajah dicuci bersih.

4.  Menggunakan sinonim dan antonim
Biasanya terdapat sinonim atau antonim dalam satu kalimat atau satu paragraf.
Contoh antonim : Kemangi dapat disulap menjadi toner yang bisa digunakan sebelum tidur setelah wajah dicuci besih
Contoh sinonim  : Kemangi berguna sebagai salah satu daun yang sangat berpengaruh pada kesehatan, seperti vitamin A, B, dan C yang memberikan manfaat bagi tubuh.

5.  Menggunakan data
Data yang ada biasanya berupa angka yang pasti untuk menunjukkan ukuran suatu bahan yang digunakan.
Contoh : Bahan yang digunakan adalah 100 gr daun kemangi dan 200 ml air panas





 

Buku Kerja Guru


Berikut perangkat pembelajaran bahasa Indonesia kelas X Semester ganjil.
1.  Kelender Pendidikan Aceh 2018/2019  Download 
2.  Alokasi Waktu
3.  Analisis KKM
4.  Program Tahunan
5.  Program Semester
6.  RPP 3.1-4.2
7.  RPP 3.3-4.4
8.  RPP 3.5-4.6
9.  RPP 3.7-4.8
10. RPP 3.10-4.11
11. RPP 3.12-4.13
12. RPP 3.14-4.15
13. RPP 3.16-4.17
15. Silabus