Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

Apa Itu Case Study?



         CASE STUDY
        Case study adalah narasi yang berisi berbagai pengalaman dan evaluasi diri seorang guru. Tujuan case study ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seorang guru atau calon guru dalam mendidik, mengajar dan menilai serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika melaksanakan tugas sebagai guru.
    Case study ini perlu terutama bagi para calon pendidik dan pengajar agar bisa mengetahui kekurangan/kesalahan selama mengajar. Tidak hanya sekedar mengetahui kekurangan, tetapi sebisa mungkin memperbaiki kekurangan/kesalahan itu menjadi lebih baik lagi. Dengan case study berupa narasi ini pula seorang guru/calon guru dapat mengarahkan dirinya untuk bisa menjadi guru yang profesional, tentunya secara bertahap dan dengan sebuah proses.
       Nah, jika berbicara tentang guru profesional, pada umumnya menjadi seorang guru yang profesional itu bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Calon guru harus melewati berbagai pendidikan, tantangan, dan pengalaman sebelum terjun ke dunia pendidikan yang sebenarnya. Oleh karena itulah, saat ini Depdikbudnas mencanangkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi calon guru yang telah lulus Strata 1 dan program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) bagi guru yang telah memenuhi syarat untuk menerima  sertifikasi dan telah menjadi guru tetap.
          "Apakah saya sudah profesional sebagai seorang guru? Sebuah pertanyaan yang mudah dilontarkan, tetapi tidak mudah untuk dijawab. Dilihat dari kacamata orang awam, menjadi guru tidaklah terlalu sulit. Memiliki sedikit pengetahuan dan keberanian diri berdiri di depan kelas, maka jadilah seorang guru. Hal demikian di yakini dan diasumsikan oleh sebagian orang. Selain itu, banyak juga yang meyakini bahwa untuk menjadi guru, seseorang harus menempuh pendidikan keguruan dan memiliki sertifikaty untuk menjadi guru. Namun, barangkali hanya sedikit orang yang bersedia menyisakan sedikit pikirannya untuk berpikir bahwa menjadi guru tidaklah segampang yang pernah dibayangkan orang. Bahkan para guru sendiri, dalam jumlah yang sedikit juga berpikir bahwa tugas guru adalah berdiri di kelas dan menyampaikan sejumlah pengetahuan kepada siswa dari pukul sekian sampai pukul sekian. Ini adalah rutinitas seorang guru. Mereka menyebut pula "Saya adalah guru senior yang sudah cukup berpengalaman". Ini memang tak terbantahkan jika keseniorannya hanya dipandang dari lamanya masa tugas sebagai guru dan pengalamannya berdiri di depan kelas. Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan guru karena bagaimanapun manusia-manusia berkualitas yang pernah kita kenal tentunya tidak terlepas dari bimbingan dan didikan seoran guru.
           Seorang guru atau calon guru hendaknya dapat memetik beberapa pengalaman tentang bagaimana seharusnya sebuah pembelajaran berlangsung. Beragam gaya dapat diterapkan oleh seorang guru untuk memulai pembelajaran, seperti (1) tidak meminta siswa menulis materi pembelajaran di papan tulis; (2) tidak mendiktekan materi pelajaran; (3) tidak berceramah; (4) memberi kesempatan kepada semua siswa untuk berpartisipasi; (5) mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami siswa; dan (6) menghargai siswa dan menghargai jawaban mereka disertai dengan penguatan. Penggalan pengalaman pembelajaran ini jika diberi sentuhan-sentuhan emosional, hasilnya adalah sebuah narasi pembelajaran yang lebih dikenal sebagai case study." (Sumber: PPL FKIP Unsyiah)




Senin, 28 Oktober 2013

Objek dan Daya Tarik Wisata Kota Langsa



Objek Wisata Kota Langsa



oleh
Tara Astika Bangun
1006102010049









Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh
2013






Objek Wisata Kota Langsa
Langsa adalah salah satu kota kecil di bagian timur Aceh yang berdekatan dengan provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Tamiang. Namun seperti lazimnya daerah dekat perbatasan, daerah ini dihuni oleh banyak suku. Suku yang paling mencolok terlihat ada suku Jawa, Batak dan Tamiang dengan wajah yang khas. Jadi jangan heran jika kita tidak melihat ‘wajah-wajah’ yang berbeda pula dengan di daerah lain seperti Lhokseumawe, Banda Aceh atau Meulaboh. Kota yang terbentuk pada tahun 2001 ini memiliki objek wisata yang indah. Berikut adalah objek wisata Kota Langsa.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ2tmDu9ieImi4dIBNyZhwDCrA_Y3tSIBB4t6zt54-qwk-VEKW-CA


Kolam Renang Kemuning
http://duaribuan.files.wordpress.com/2011/06/kolamrenangkemuning.jpg?w=300
Kolam Renang Kemuning adalah objek wisata yang terletak di Desa Kemuning, Kecamatan Langsa Baru. Pemandangan di sini sangat indah, karena diapit perbukitan yang tinggi dan masih asri dengan kicauan burung, biasa dipergunakan untuk perkemahan pramuka. Di samping itu ada sebuah kolam pemancingan yang berdekatan dengan lokasi kolam renang ini. Letak kolam pemancingan terletak di Desa Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama sekitar 3 km dari Kota Langsa.



Taman Bambu Runcing


http://img96.imageshack.us/img96/9140/foto064m.jpg

http://img249.imageshack.us/img249/5702/foto065.jpg
Taman ini terletak di tengah kota dan merupakan icon Kota Langsa yang dibangun pada tanggal 17 Agustus 1948 dengan berbagai relief nama pejuang kemerdekaan. Sekarang taman ini hanya menjadi paru-paru kota dan dijadikan sebagai tempat bersantai sambil berinternet gratis karena di taman ini telah difasilitasi wifi gratis.


Pelabuhan Kuala Langsa


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhURQGybuRnjWr-i39Hcp_F-79P7Bqnkqu2bIZsaNafj6VDCrF0-oJ-rrDUaL_lBg9E-QaBJ3bAOxXT9M1UY01zsJP7TkTioG-2O6tioJMKChzbobuFtiuvI7QR4qjR2u3PkOZudy9qXnAH/s400/kuala+%25283%2529.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfQ4hdJk7N0rvkBKhhn5ocIqxBZoJGtWvKLGhJGkCFE0jjgskTshNoXuGSW3gCixfcslBHK9tBNDsFWJzFXPpcW2cgZZp0eFMJpxfKAbxOPJuzKgSnAZ_gCJHf54nD6pIrxmmSo_kbC_sv/s400/kuala+%25281%2529.JPG
Pelabuhan kuala Langsa berjarak kurang lebih 4 kilometer dari kota. Memasuki daerah ini kita akan melihat perkampungan nelayan yang berumah panggung di atas rawa-rawa payau. Seperti Sungai Singkil, Kuala Langsa juga salah satu sungai lebar yang tepiannya ditumbuhi pohon-pohon bakau. Sejauh mata memandang hanya pohon bakau dan perahu lalu lalang di dekatnya. Berikut adalah suasana pelabuhan Langsa dan di sekitar pohon bakau.
Di tempat yang banyak pohon bakaunya, warung-warung kecil berjejer menjual berbagai jajanan dan minuman. Pohon-pohon bakau tumbuh rapat, lurus tinggi ke atas berlomba menggapai cahaya matahari. Di bawahnya, air laut memancarkan aroma asin bercampur amis khas tambak. Pohon-pohon bakau berdekatan disatukan dengan papan dan balok membentuk panggung, dan diberi lantai papan dan pagar pengaman. Kursi dan meja diletakkan di panggung tersebut, dan pengunjung bisa bersantai menikmati makanan di berbagai ketinggian. Sungguh sebuah kreatifitas yang unik. Terdapat banyak panggung-panggung kecil berbagai ukuran dan berbagai ketinggian di rawa bakau ini. Yang paling rendah sejajar dengan jalan, sementara yang paling tinggi setidaknya bisa sekitar empat atau lima meter di atas permukaan air. Tiupan angin yang lembut membuat pohon bakau bergoyang, dan panggung juga ikut terayun-ayun. Ukuran panggung berbeda-beda. Semakin tinggi biasanya daya tampungnya lebih kecil dibandingkan dengan yang lebih rendah. Panggung-panggung tersebut dihubungkan oleh jembatan-jembatan dari papan-papan yang dipakukan pada balok, dan diberi pagar pengamanhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnOJR45hLnLcBQ7CY8vVj4oxIowriaQzKQMoyzaOeSnCy8Qz4xwPL_0pnsegx-30qKFPvegA3rhaF8jRnTjfD08hyqHSrVDK4xmdHS_e-ciQ83c3nGeoU9u_YJKVjoTcwkWDT_2JOGoDJn/s400/bakau+%25287%2529.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj7nYWcuRitQlOOFNJfUAf5YrEpJKvI2uqu_E3sGrUKqs9KzoRtImbJ6CTB-SxnuEE9nLmK7aWpd2YDsacA-mkZoJkxw7nHciFIZc2ygCAyRBmtOZyqgYOk9iJUkHVFnUsv5KT5Joq-N5-/s400/bakau+%25283%2529.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwjVRoM2ogmO0nZDftDkC1YtBbBFO8L3xqO94dvyFGwMceYInMC1yV5KR8vHnbh2BrQco42zhrlB6R9fXFlWPJY2pjyBgWE7WJv4Ed1EFiwJ9M4hbsuaPwAqdA3rZFMraT0oU6BFIm32x9/s400/bakau+%25288%2529.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-K9tA9YR2-kLSFcuwbB7GLmB76MQtfpsI7t1b3Jstqlo2B-0T8pSqejOQ89iy14KL-q2RVoo9KLQNTMIzj54GO4kUXxjP3DD3Awj626-EeMqQaXum2OkikdwHzlAg7EQC-gCq8BPwQubz/s400/bakau.jpg






Hutan Lindung Langsa
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/91799658.jpg


Hutan Lindung Langsa

Hutan kota Langsa merupakan hutan yang memiliki fungsi lindung bagi kota Langsa dan juga merupakan lokasi penting bagi masyarakat sekitar dalam mencari nafkah. Hutan yang merupakan paru-paru kota langsa ini memiliki luas sekitar 10 hektar, dimana dalam kawasan hutan ini sering pula dijadikan tempat wisata oleh masyarakat sekitar. Tak jarang di hutan kota kota ini selalu didatangi oleh pengunjung. Mereka yang datang, baik dari masyarakat dalam kota Langsa sendiri maupun dari wisatawan luar kota.
Hutan kota yang merupakan paru-paru kota Langsa ini terletak sekitar 3 Kilometer dari kota Langsa, tepatnya berada di jalan perumnas, desa Paya Bujok Suleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Nangroe Aceh Darussalam. Pengunjung dapat menuju ke sini dengan menggunakan beberapa alternatif kendaraan.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan menggunakan kendaraan angkutan umum. Jika pengunjung yang ingin datang ke sini dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka pengunjung dapat melintasi jalan Jenderal Ahmad Yani yang berada di kota Langsa, pengunjung terus saja melintasi jalan ini sampai akhirnya akan tiba di simpang tiga, pengunjung dapat terus melaju lurus sampai akhirnya masuk ke jalan Langsa-Karang Baru.
Tidak jauh melintasi jalan Langsa-Karang baru ini, pengunjung pun akan tiba di jalan perumnas, yang merupakan lokasi hutan kota ini berada.
http://jalan2.com/wp-content/themes/Jalan-Main/thumb.php?src=http://jalan2.com/wp-content/uploads//2012/10/9f66acf1490f6fd953ad3afec8080164.jpg&w=75&h=50&zc=1&bid=1


Pulau Teulaga Tujoh


Pulau Teulaga Tujoh

Pulau Teulaga Tujoh adalah pulau kecil yang berada tak jauh dari Pusong. Tempat ini sangat indah dan unik serta langka karena tidak ada satu pun orang yang bermukim di sini karena beberapa sebab. Salah satunya adalah karena tempat ini diyakini masyarakat adalah tempat keramat.
Pulau Telaga Tujuh adalah pulau yang belum tersentuh dan masih alami dengan hutan yang hijau dan dengan hunian binatang yang ramah menyambut kedatangan pengunjung seperti monyet dan burung. Pulau ini berada di dekat Gampong Pusong Kecamatan Langsa Barat, Pulau tersebut sangat cocok menjadi tempat penelitian rekreasi alam dan menikmati matahari tenggelam.
Lokasi Pulau Pusong atau Pulau Teulaga Tujoh ini berada di ujung timur kota Langsa, berbatasan dengan selat Malaka. Tepatnya berada di kecamatan Langsa Timur, kota Langsa. Perjalanan dari kota Langsa menuju pelabuhan berjarak sekitar 8 km dan perjalanan dari pelabuhan untuk menyebrang ke pulau teulaga tujoh berjarak sekitar 6 mil atau memakan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan perahu bermesin.
Pulau Teulaga Tujoh ini dahulunya juga memiliki nama lain, yaitu bernama Pulau Pusong, yang sampai sekarang nama Pulau Pusong masih melekat di pulau ini. Nama Pulau Teulaga Tujoh sendiri diberikan karena ada cerita legenda dahulunya di pulau ini.
Dahulu menurut legenda, di pulau kecil yang bersebelahan dengan Pulau Pusong ini adalah tempatnya bermukim para tujuh Aulia. Para Aulia tersebut dahulunya sering mandi di telaga yang terdapat di pulau itu. Namun hingga kini, jika pengunjung yang datang berniat ingin melihat telaga tersebut, maka pengunjung tidak akan menemukannya. Menurut cerita, telaga tersebut akan dapat dilihat oleh orang-orang yang memiliki sifat baik yang sedang tersesat di pulau itu.
Berdasarkan legenda itulah akhirnya Pulau Pusong diberi nama oleh masyarakat setempat dengan nama Pulau Teulaga Tujoh. Nama tersebut diberi dengan maksud untuk mengenang kisah para Aulia tersebut yang terkenal berjiwa mulia dan banyak memberi kebaikan di pulau itu.
Perjalanan dari kota Langsa menuju ke Pulau Teulaga Tujoh ini dijamin tidak akan membosankan. Karena sepanjang perjalanan, kita akan disuguhkan dengan pemandangan pohon-pohon bakau yang terdapat di sebelah kiri dan kanan jalan. Saat penyeberangan pun akan disuguhkan dengan hamparan hutan bakau ini lagi.
Di sana, kita akan melihat pantai pulau yang berpasir ditanami dengan berbagai macam tanaman seperti kacang laut dan daun katang-katang. Terdapat pula jenis tumbuhan Bintagur laut dan beberapa jenis mangrove di pulau ini. Di seberang pulau, kita akan menjumpai bangau-bangau yang terbang dengan bebasnya. Terdapat pula berbagai jenis hewan yang hidup di pulau itu, seperti kera, kelelawar, elang, burung camar, burung pelatuk, burung raja udang dan masih banyak lagi jenis hewan lainnya.

Gedung Balee Juang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJpp19WAJDZ4dwK0abxPSw4JZj5j_8WtbtDQixKBbkeiSKvCijEa3Ne17x6PQlPWytKv1mb_PFFtggqtAXj2FI3MVnXDqwl1IBmejN4Up0_A9yIs2M4h9Bs3W1iGaCoemYL1EBOLOiqbE/s1600/balee-juang-langsa.jpgGedung Kantor Bappeda atau disebut juga gedung Balee Juang, terletak di jantung Kota Langsa.Merupakan gedung peninggalan kolonial Belanda. Arsitektur ala Belanda masih sangat jelas terdapat pada gedung ini. Gedung ini telah ada sejak tahun 1920, yang ketika itu bernama HET KANTOORGEBOUW DER ATJEHSCHE HANDEL-MAATSCHAPPIJ TE LANGSAR, gedung semacam ini hanya ada  di Aceh ketika itu yaitu di Kuta Raja dan Langsa. Di depan gedung ini, ada kantor pos yang sama-sama bercirikan arsitektur Belanda.



Mutiara Waterpark Langsa

Mutiara Water Park terletak di daerah Perumnas dengan luas maksimal dan fasilitas memadai. Tempat ini merupakan salah satu tujuan masyarakat kota langsa saat liburan.
Mutiara Water Park ini merupakan tempat rekreasi yang menyediakan kolam renang, perosotan air, drum air, flyng fox, macam ragam makanan, dan aneka hiburan dan fasilitas lainnya.
Kolam Pemancingan
Kolam Pemancingan yang terletak di Gampong Baro Kecamatan Langsa Lama dengan jarak dari Kecamatan lebih kurang 3 kilo meter sedangkan  dari Ibu Kota Langsa  sejauh 2 kilo meter. Kolam ini sangat cocok bagi penggemar memancing. Tempat ini sangat mudah dikunjungi, dan kolam pemancingan ini melekat keindahan yang mampu memberikan kepuasan psikologis pengunjung dan nuansa afarmatif.
Makam Ampon Chik Banta Beurdan
Pertengahan abad 17 Ampon Chik Banta Beurdan adalah seorang ulee balang untuk daerah Langsa. Dan beliau merupakan keturunan Raja yang beristrikan keturunan bangsawan.
Pada masa beliau berkuasa, beliau mendirikan sebuah mesjid yang menjadi mesjid pertama di Kota Langsa yaitu mesjid   yang terletak di Gampong Teungoh. Sangat banyak peninggalan-peninggalannya di antaranya adalah Mesjid, istana , tempat bermain anak-anak, makam-makam keramat dan lain-lain.
Kesenian di Kota Langsa
Kesenian Kota Langsa dilestarikan melalui sanggar-sanggar seni yang dibuat oleh warga Kota Langsa, sekolah-sekolah di Kota Langsa dan bekerja sama oleh Pemerintah Kota Langsa sendiri. Setiap tahunnya pemerintah Kota Langsa mengadakan ajang seni dan budaya, biasanya diadakan di lapangan Pendopo Kota Langsa. Ajang Seni dan budaya tersebut bertujuan untuk melestarikan Kesenian yang ada di Aceh, khususnya di Kota Langsa.
Beberapa Sanggar Seni di Kota Langsa:
·      Sanggar Seni Pintoe A Langsa
Alamat : Lr Utama 107, Payabujuk Seulemak, Langsa
·      Sanggar Tari lestari
Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa

Rabu, 05 Juni 2013

Komunikasi Pendidikan


Komunikasi Pendidikan



Oleh

Kelompok 6




 






FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM, BANDA ACEH

2013






KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan rasa syukur kepada Allah swt. karena  hanya dengan lindungan, rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul Komunikasi Pendidikan.sebagai tugas kelompok.

            Dalam pelaksanaan penulisan tugas kelompok ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1.      Prof Murniati selaku dosen pengasuh mata kuliah Pengantar Manajemen Pendidikan.

2.      Kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan tugas ini.

Segala usaha telah dilakukan untuk penyempurnaan tugas ini. Namun, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan selanjutnya.





                                                                                               Darussalam, 28 mei 2013



                                                                                                              Penulis







DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR........................................................................................        i

DAFTAR ISI........................................................................................................       ii

BAB   I   PENDAHULUAN...............................................................................       1

                1.1 Latar Belakang.................................................................................      1



BAB II   KOMUNIKASI PENDIDIKAN........................................................       2

2.1      Pengertian  komunikasi Pendidikan...............................................     2

2.2  Fungsi Komunikasi Pendidikan.....................................................      5

                2.3   Efektifitas Komunikasi dalam Proses Pendidikan.........................      6

                           

BAB III  PENUTUP............................................................................................       9

3.1      Simpulan........................................................................................      9

DAFTAR PUSTAKA



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Orang yang masih hidup tidak mungkin akan lepas dari komunikasi walaupun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi.Komunikasi terjadi dalam hampir setiap kegiatan manusia. Untuk lebih tegas dapat dikatakan bahwa banyak kegiatan manusia yang hanya bisa terjadi dengan bantuan komunikasi.
            Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain, baik langsung maupun tidak langsung, secara tertulis, lisan maupun bahasa nonverbal.
Komunikasi dalam pendidikan merupakan unsur yang sangat penting kedudukannya . bahkan ia sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang bersangkutan. Orang sering berkata bahwa tinggi rendahnya suatu capaian mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi ini, khususnya komunikasi pendidikan.

Didalam pelaksanaan pendidikan formal (pendidikan melalui sekolah), tampak jelas adanya peran komunikasi yang sangat menonjol. Proses belajar mengajarnya sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik komunikasi yang berlangsung secara intra persona maupun secara antar personal.

Oleh karena itu, penting bagi kita menjadi trampil berkomunikasi, dan mengetahui prinsip-prisip komunikasi baik didalam pendidikan maupu dimasyarakat. Akhirnya, semoga pembahasan kami berikut ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.




BAB II

KOMUNIKASI PENDIDIKAN

2.1  Pengertian Komunikasi Pendidikan

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkomunikasi, karena sebagai makhluk sosial manusia memiliki kebutuhan untuk saling berhubungan satu sama lainnya, dan ini dilakukan melalui komunikasi. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.

Komunikasi di maksudkan untuk menyampaikan pesan, pengetahuan, perasaan, dan pengalaman kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung, dan komunikasi dapat dikatakan efektif bila ada kesamaan makna dan bahasa yang dipakai oleh komunikator kepada komunikan sehingga apa yang di inginkan oleh komunikator dapat di mengerti oleh komunikan, serta memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan manusia. Sedangkan makna komunikasi pendidikan secara sederhana adalah komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. Disini komunikasi tidak lagi bebas tetapi dikendalikan dan dikondisikan untuk tujuan-tujuan pendidikan.

Berdasarkan uraian diatas, maka komunikasi pendidikan adalah suatu tindakan yang memberikan kontribusi yang sangat penting dalam pemahaman dan praktik interaksi serta tindakan seluruh individu yang terlibat dalam dunia pendidikan. Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk membina komunikasi sebaik-baiknya agar para guru mau dan mampu bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya.

Upaya membina komunikasi tidak sekedar untuk menciptakan kondisi yang menarik dan hangat, tetapi akan mendapatkan makna yang mendalam dan berarti bagi pendidikan dalam suatu sekolah. Dengan demikian, setiap personel dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk beradaptasi lebih baik, dan mengerjakan tugas mendidiknya dengan penuh kesadaran.

Komunikasi pendidikan terbagi dua, yaitu

a)      Komunikasi intern

Komunikasi intern sangat dirasakan manfaatnya, terutama oleh seorang pemula yang memasuki satu dunia tersendiri, seperti sekolah (Mulyasa, 2007:139). Dalam menjalin hubungan komunikasi intern di sekolah, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.

1.      Bersifat terbuka, tidak memaksakan kehendak, tetapi bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan.

2.      Mendorong para guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan suatu masalah, serta harus dapat mendorong aktivitas dan kreativitas guru.

3.      Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka, dan mendidik guru-guru untuk mau mendengarkan pendapat secara objektif.

4.      Mendorong para guru dan pegawai lainnya untuk mengambil keputusan yang paling baik dan menaati keputusan itu.

5.      Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan secara redaksional.

b)      Komunikasi ekstern

Komunikasi ekstern merupakan bentuk hubungan sekolah dengan lingkungan eksternal di sekitarnya, untuk mendapatkan masukkan-masukkan dari lingkungannya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah. Komunikasi ekstern meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan hubungan sekolah dengan masyarakat, baik secara individu maupun melembaga.

1.      Hubungan sekolah dengan orang tua siswa

Bentuk kerja sama antara guru dan orang tua siswa yang didasari hal-hal sebagai berikut: (1) adanya kesamaan tanggungjawab, (2) adanya kesamaan tujuan. Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua adalah saling membantu dan megisi, bantuan keuangan dan barang-barang, untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang kurang baik, dan bersama-sama membuat rencana yang baik untuk sang anak.

Cara menjalin hubungan sekolah dengan orang tua siswa, yaitu melalui dewan sekolah, melalui BP3, melalui pertemuan penyerahan buku laporan pendidikan, dan melalui ceramah ilmiah.


2.      Hubungan sekolah dengan masyarakat

Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan bentuk komunikasi ekstern yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan untuk memelihara kelangsungan hidup sekolah, meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, memperlancar kegiatan belajar mengajar, dan memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat dalam rangka pengembangan dan pelaksanaan program-program sekolah.

Dalam rangka menjalin kemunikasi hubungan sekolah dan masyarakat dapat dijalin melalui dewan sekolah, BP3, rapat bersama,konsultasi, radio dan televise,surat dan telepon, pameran sekolah, serta ceramah.



2.2  Fungsi Komunikasi Pendidikan

Dalam suatu organisasi komunikasi mempunyai beberapa fungsi. Hal ini sebagaimana menurut Efendi bahwa fungsi komunikasi adalah.

1.         Fungsi Informatif

Maksudnya,komunikasi berfungsi memberi keterangan, memberi data atau fakta yang berguna bagi segala aspek kehidupan manusia. Dengan melalui komunikasi maka apa yang ingin disampaikan oleh guru kepada muridnya dapat diberikan dalam bentuk lisan ataupun tertulis.

2.         Fungsi Edukatif

Maksudnya,komunikasi berfungsi mendidik masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaan bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak membaca dan banyak berkomunikasi.

3.         Fungsi Persuasif

Maksudnya ialah bahwa komunikasi sanggup “membujuk” orang untuk berperilaku sesuai dengan kehendak yang diinginkan oleh komunikator. Membangkitkan pengertian dan kesadaran komunikan, baik bersifat motivasi maupun bimbingan, bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak sendiri(bukan dipaksakan). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri

4.    Fungsi Rekreatif

Dapat menghibur orang pada saat yang memungkinkan. Seperti , Mendengarkan dongeng, membaca bacaan ringan.



2.3  Efektivitas Komunikasi dalam Proses Pendidikan

 Dalam prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses sosial untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka mempengaruhi orang lain. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah, yakni ke bawah, ke atas, ke samping atau mendatar. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau kelompok lain, dan untuk menenrima respon sikap, itu diminta oleh komuniktor.
Dalam proses komunikasi ada beberapa ketentuan, antara lain

1.        Karena komunikasi mempunyai suatu maksud, maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang terntetu.

2.        Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu.

3.        Suatu komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima, sesuai dengan maksud komunikasi.

4.        Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan, menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting.

Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis.
Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Demikian pula komunikasi secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.

Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal, komunikasi formal akan terjadi dalam memilih informasi untuk keperluan pelaporan, penyimpangan bias dengan mudah menyelinap. Selanjutnya biasanya orang ingin mendengar laporan-laporan yang menyenangkan. Akibatnya ialah sering pemindahan informasi yang diperindah atau dibiaskan. Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota. Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin. Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima.

Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan sosial tidak secara formal. Jika komunikator menaruh perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal, ia akan mengetahui kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap organisasi dan masalah-masalahnya, lagi pula komunikasi informal itu membawa kepada putusan-putusan yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi yang sama.

Dalam kegiatan suatu organisasi atau lembaga khusunya dalam hal pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas dengan komunikasi. Oleh sebab itu suatu proses pendidikan akan berhasil apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada  kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat.

Berdasarkan hal tersebut, bahwa tujuan dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara optimal apabila proses komunikasinya lancar tanpa adanya suatu hambatan, walaupun ada hambatan, maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat segera mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan, sehingga proses komunikasi dapat berlangsung.
Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan, di manan antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi, akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi.



BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

       komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut. Komunikasi pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar dan hubungan kedinasan di sekolah untuk menjalin hubungan yang lebih baik dalam bekerja sama. Upaya membina komunikasi tidak sekedar untuk menciptakan kondisi yang menarik dan hangat, tetapi akan mendapatkan makna yang mendalam dan berarti bagi pendidikan dalam suatu sekolah. Dengan demikian, setiap personel dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk beradaptasi lebih baik, dan mengerjakan tugas mendidiknya dengan penuh kesadaran.

            Komunikasi pendidikan diperlukan dalam membina hubungan baik antara personil sekolah dan juga membina hubungan baik antara sekolah dengan orang tua siswa juga dengan masyarakat. Guna mencapai tutjuan pendidikan nasional dan menumbuhkan rasa saling bertanggungjawab dalam kegiatan bel;ajar-mengajar, komunikasi pendidikan sangatlah penting.







Daftar Pustaka



Mulyasa. E. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Rosda.